Langsung ke konten utama

UU ORMAS BENTENG PEMERINTAH MENJAGA KEUTUHAN NKRI


Perppu Ormas adalah benteng Pemerintah menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk upaya infiltrasi ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Adanya dinamika dan penolakan dari sebuah pemberlakuan aturan merupakan hal yang biasa dalam negara demokrasi. Pemerintah dan DPR bekerja bukan untuk sekelompok orang namun untuk semua lapisan masyarakat yang membutuhkan perlindungan dari serangan ideologi lain yang dapat memecah belah bangsa.
Perppu Ormas dari awal sudah dipertimbangkan dengan matang oleh pemerintah untuk diterbitkan. Hal itu menunjukan kesungguhan pemerintah untuk menjaga kebhinekaan dan persatuan Indonesia. Pemerintah tidak ingin ada sekelompok tertentu yang memanfaatkan isu penolakan perppu. Jika memang demikian harus dipertanyakan apakah yang menolak itu ingin tetap menjaga Pancasila secara ideologi dan dasar negara bangsa ini, atau ada maksud lain yang terselubung ingin menggantikan Pancasila. Indonesia masayarakatnya heterogen, oleh sebab pendiri bangsa ini sudah mempertmbangkan keberagaman Indonesia sehingga Pancasila disepakati bersama sebagai Indeologi yang mempersatukan.
Kini Perppu Ormas telah disahkan menjadi UU dalam paripurna DPR RI. Perppu yang telah disahkan menjadi UU bukan bentuk kedzaliman dan kediktatoran Pemerintah karena UU Ormas yang baru juga menyediakan proses pengadilan yang dapat ditempuh oleh pihak yang keberatan ormasnya dibubarkan.
Pemerintah hanya membalik proses pengadilan tersebut yang mana pada UU Ormas yang lama, proses pengadilan dilakukan diawal sedangkan pada UU Ormas yang baru, proses pengadilan dilakukan di akhir setelah adanya keputusan pembubaran Ormas oleh Pemerintah. Oleh karena itu, keputusan Pemerintah tetap dapat dibatalkan oleh lembaga peradilan sehingga Pemerintah tidak bersikap diktator dan dzalim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1.362 MW Pembangkit dari Proyek 35.000 MW Sudah Beroperasi

Program 35.000 Mega Watt (MW) yang dicanangkan oleh pemerintah terus menunjukkan perkembangan. Hingga 1 Februari 2018, tercatat pembangkit listik yang telah beroperasi adalah sebesar 1.362 MW dan yang sedang tahap konstruksi sebesar 17.116 MW. "Peningkatan ini tak lepas dari kontribusi pembangkit listrik PLN maupun Independent Power Producer (IPP)," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/3/2018). Baca juga:  Bagaimana Progres 35.000 MW Jokowi? Ini Penjelasan PLN Sejauh ini, sebesar 896 MW dari total 1.362 MW yang beroperasi dihasilkan dari IPP, sementara 466 MW dibangun oleh PT PLN (Persero). Pembangkit yang beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 108 MW. Lebih lanjut, Agung menambahkan saat ini sebany...

Kenapa Orang Indonesia Doyan Sebar "Hoax" di Medsos?

By: Oik Yusuf ilustrasi JAKARTA — Sudah bukan rahasia lagi bahwa berita palsu alias hoax merajalela di ranah digital Tanah Air. Jalurnya bisa berupa situs online , media sosial, hingga chatting di aplikasi pesan instan. Kenapa orang Indonesia getol menyebarkan hoax ? Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho mengutarakan bahwa sebabnya mungkin berkaitan dengan penggunaan teknologi yang tidak dibarengi dengan budaya kritis melihat persoalan. "Kita itu termasuk lima besar pengguna smartphone dunia, tapi tingkat literasinya kedua terbawah setelah Botswana di Afrika," ujar Septiaji ketika berbicara dalam deklarasi Masyarakat Anti Hoax di Jakarta, Minggu (8/1/2017). Septiaji mengacu pada hasil riset World's Most Literate Nation yang dipublikasikan pertengahan tahun lalu. Dari 61 negara yang dilibatkan dalam studi tersebut, Indonesia memang menempati urutan ke-60 soal minat baca masyarakatnya. Walhasil, menurut ...

Aksi 313 Siap Dijalankan, Bukti Dikasih Hati Minta Usus

By XHard Seperti diketahui, Forum Umat Islam (FUI) bersama dengan beberapa para alumni aksi 212 akan melakukan aksi lanjutan yang dinamakan aksi 313 pada Jumat, 31 Maret 2017 mendatang. Agendanya masih sama seperti yang dulu, menuntut Ahok mundur. Bahkan mereka juga rencananya akan menuntut Jokowi memberhentikan Ahok. Rencananya mereka akan mulai shalat Jumat di Masjid Istiqlal, lalu dilanjutkan dengan jalan kaki ke Monas dan menuju depan Istana, seperti yang dikatakan Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath. Lho, memang kemana GNPF MUI? Bukankah selama ini mereka yang paling aktif dan rajin melakukan aksi beginian untuk menghentikan Ahok? Kenapa sekarang FUI yang terkesan jadi pelopornya? Oh, iya mungkin ini ada hubungannya dengan beberapa pentolan GNPF MUI yang sedang dilaporkan dan terkena kasus, jadi mungkin tidak berani terlalu unjuk gigi. Ditakutkan nanti kalau gigi terlalu diunjuk, bisa-bisa dicopot. Orang awam s...