Langsung ke konten utama

HTI Mengaku Sudah Berkonsultasi Dengan Fadli Zon Dan Fahri Hamzah Soal Perppu Ormas

HTI itu jelas melanggar Pancasila. Mau ngeles seribu paragrafpun, ingin membentuk negara Islam sudah jelas bertentangan dengan Pancasila. Sila pertama mengakui keberagaman agama, bukan hanya satu agama saja.
Nah, Perppu Ormas bisa dibilang membidik semua ormas yang memang selama ini selalu kurang ajar terhadap Pancasila. HTI terutama yang akan dibubarkan akibat Perppu ini. Tentu saja mereka panik dan teriak-teriak, nasib mereka diujung tanduk.
Juru bicara (HTI) Ismail Yusanto mengaku sudah berkonsultasi dengan dua pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah terkait keputusan pemerintah menerbitkan Perppu No 2 tahun 2017. HTI akan menggalang dukungan dari anggota DPR agar menolak Perppu ini.
“Kita sejauh ini sudah ada komunikasi dengan beberapa anggota DPR, meminta tanggapannya tentang Perppu ini. Misalnya Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dengan tegas mengatakan bahwa dia menolak Perppu ini. Begitu pula Fahri Hamzah,” kata Ismail

HTI Oh HTI
Marilah kita tertawa melihat respon sinting dari HTI. Mereka mau membentuk negara Islam, kok meminta bantuan kepada lembaga yang tidak ada di negara Islam? Merema ormas anti-Pancasila lho, memangnya ada anggota DPR yang mau mengaitkan diri dengan mereka?
Mereka pun mencatut nama anggota DPR paling terkenal (dalam arti buruk) yaitu Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Duo anggota DPR ini selalu saja mencari kesalahan pemerintah. Dan memang kedua orang ini urat malunya sudah putus, selalu nongol meski banyak orang sudah muak.
HTI, lanjut Ismail, akan mengintensifkan komunikasi dengan anggota DPR lainnya karena menurut HTI isi perppu ini sangat berbahaya bagi kebebasan berserikat dan berkumpul.
“Kita berharap semakin banyak anggota DPR yang menolak perppu itu setelah mengetahui detail isi perppu bahwa perppu ini sesungguhnya sangat berbahaya bukan hanya dalam konteks seperti ini tetapi juga dalam konteks berserikat dan berpendapat,” ujarnya.
Inilah wajah sebenarnya ormas tidak benar di Indonesia. Selalu menyerang pemerintah dan sekarang bahkan ingin mengubah bentuk negara. Kalau tidak mau disebut makar maka ini adalah pembangkangan. Sekarang malah ingin meminta lembaga resmi negara untuk mencari dukungan.
Ajaran yang menuai masalah tidak boleh berlindung dibalik unsur kebebasan berpendapat. Komunisme sudah dilarang, bila ada orang sinting yang menyebarkan paham komunisme dan berlindung dibalik pasal kebebasan berpendapat, polisi tetap akan menangkapnya.
“Secara substansial, Perppu tersebut mengandung sejumlah poin-poin yang bakal membawa negeri ini kepada era rezim diktator yang represif dan otoriter,” kata Jubir HTI
“Perppu ini menganut prinsip kejahatan asosiasi dalam mengadili pikiran dan keyakinan, sesuatu yang selama ini justru ditolak,” terangnya.
Kepercayaan yang sesat saja bisa ditindak oleh polisi, apalagi paham politik yang jelas membahayakan dasar negara? Ormas masih bisa dibentuk dengan mudah, hanya saja sekarang menjadi lebih mudah untuk membubarkan ormas. Ormas yang masih bertindak benar tidak akan dirugikan oleh perppu ini.
HTI memang menjadi pihak yang paling getol menolak Perppu ini. Toh karena merekalah sebenarnya pemerintah tergerak untuk segera bertindak. Namun imbas dari Perppu ini adalah semua ormas yang tidak benar akan dengan mudah bisa dibubarkan.
Dalam beberapa hari ini akan ada banyak pihak yang pekanasan akibat Perppu ini. Partai politik pun tidak ketinggalan mengomentari masalah Perppu ormas ini.
“Perppu itu kan kalau keadaan genting memaksa. Siapa yang menyarankan Presiden untuk tanda tangan Perppu? Sarannya kurang tepat,” kata Zulkifli, Ketua Umum PAN.
“Kami tidak melihat bahwa hari ini ada kegentingan yang memaksa. Kalau tidak ada kegentingan yang memaksa, solusinya bukan Perppu tapi mengamandemen UU Ormas yang ada,” ujar Sohibul, Presiden PKS
“Tentunya kami sepakat dan setuju dengan penerbitan Perppu ini,” ujar Dadang, Sekretaris Partai Hanura.
Kita lihat saja nanti, siapa yang akan setuju dan siapa yang akan menolak Perppu ini. Bisa dijamin dalam beberapa hari ini situasi politik akan memanas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1.362 MW Pembangkit dari Proyek 35.000 MW Sudah Beroperasi

Program 35.000 Mega Watt (MW) yang dicanangkan oleh pemerintah terus menunjukkan perkembangan. Hingga 1 Februari 2018, tercatat pembangkit listik yang telah beroperasi adalah sebesar 1.362 MW dan yang sedang tahap konstruksi sebesar 17.116 MW. "Peningkatan ini tak lepas dari kontribusi pembangkit listrik PLN maupun Independent Power Producer (IPP)," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/3/2018). Baca juga:  Bagaimana Progres 35.000 MW Jokowi? Ini Penjelasan PLN Sejauh ini, sebesar 896 MW dari total 1.362 MW yang beroperasi dihasilkan dari IPP, sementara 466 MW dibangun oleh PT PLN (Persero). Pembangkit yang beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 108 MW. Lebih lanjut, Agung menambahkan saat ini sebany...

Jokowi : 7 Juta Tenaga Kerja Terserap Proyek Infrastruktur RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunggah video terbaru di YouTube yang menampilkan perjuangan pekerja infrastruktur dalam proyek pembangunan. Di video berdurasi 4 menit 33 detik itu, terlihat para pekerja dengan aktivitasnya. Seorang pekerja bernama Amin (33) menceritakan pengalamannya bekerja di salah satu proyek pembangunan. Amin bercerita mulai dari keberangkatannya ke tempat kerja hingga berada di lokasi pekerjaan. "Ya pertama dari rumah kan, ya siap-siap alat, apa yang perlu saya bawa, apa yang bawa, saya pakai. Abis itu ya paling saya kan kadang-kadang nebeng nih, pak, nyamper. Kadang-kadang dia nyamper, gitu," kata Amin. "Sampai (di lokasi). Biasa lah nunggu arahan dari komandan-komandan, dari atasan-atasan, kan ngasih instruksi kerja begini, begini, abis itu ya langsung turun ke lapangan pak, langsung kerja," imbuhnya. Dari video terlihat para pekerja dengan pakaian berseragam proyek, tengah bercengkerama, dan melakukan tugasnya. Ada yang membawa papan, ...

Kabar Gembira, Pulau di Ujung RI Ini Bakal Dialiri Listrik 100%

Ketersediaan listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan suatu wilayah. Tak terkecuali wilayah yang berada di garis terdepan, terluar atau terpencil Indonesia. Hal inilah yang saat ini tengah diemban oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), sebagai satu-satunya BUMN penyedia listrik di Indonesia. Misinya untuk menerangi seluruh desa di Indonesia pada 2019 mendatang harus dijawab meski tantangan dan medan yang dilalui terkadang terlihat mustahil untuk dilakukan. Pulau Liran, bagian dari Kabupaten Maluku Barat Daya, menjadi salah satu daerah yang akan diterangi oleh PLN secara penuh dalam waktu dekat. Pulau terluar di sisi tenggara Indonesia ini masih sangat minim disentuh oleh pembangunan, khususnya BUMN. Bahkan wilayah yang lebih dekat ke negara Timor Leste ini mendapat sentuhan lebih banyak dari negara tetangga tersebut dibanding Indonesia. Mulai dari kesehatan, jaringan telekomunikasi, hingga pasokan beras dan rokok. Ironis memang...