Langsung ke konten utama

Bukti dan Fakta : HTI Anti Pancasila Harus Bubar! Mau Alasan Apalagi?

Jakarta -Semakin jelas sudah mengapa Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI)  begitu ngotot untuk memperjuangkan pembubaran mereka melalui mekanisme pengadilan. HTI ternyata dengan sangat licik mendaftarkan badan hukumnya dengan AD/RT berideologi Pancasila. HTI sepertinya sudah mewanti-wanti kalau mereka akan diancam untuk dibubarkan.
Padahal, faktanya sangat jelas, HTI anti Pancasila. Banyak ketidakberesan HTI yang memang membuatnya pantas untuk dibubarkan. Apalagi, HTI ini membuat kebingungan bentuk jelasnya karena mendaftar sebagai ormas, tetapi kenyataannya menyebut diri sebagai partai politik.
Berikut ini adalah fakta simpang siur dan ketidakjelasan bentuk organisasi HTI.
Hal pertama yang paling aneh adalah HTI menyebut diri sebagai partai politik, tetapi mendaftar sebagai ormas. Padahal, dalam hukum dan perundang-undangan di Indonesia sangat jelas bahwa pengurusan badan hukum untuk sebuah ormas dan partai politik sangat berbeda. Lebih sulit menjadi ormas daripada Partai Politik.
Apakah mungkin ini adalah modus HTI saja menjadi ormas dulu baru menjadi partai politik?? Sama seperti Nasdem yang dulunya ormas, tetapi akhirnya bermetamorfosis menjadi partai politik. Tetapi HTI ini aneh karena sudah bertahun-tahun masih saja namanya ormas. Apakah karena sulit mencari massa?? Ataukah memang pergerakannya lebih suka bungkusnya ormas tetapi aktivitasnya partai politik??
 Bagaimana pun juga pembelaannya, kelakuan HTI ini sangatlah aneh. Seperti tidak tahu bagaimana arah keorganisasiannya, tetapi yang pastinya mereka punya sebuah tujuan yang sangat jelas. Tujuannya adalah mendirikan negara Islam atau negara Khilafah.
Pergerakan mencla mencle dan tidak jelas dari HTi ini pun akhirnya harus menemui akhir. Akhir yang pahit karena pada akhirnya harus dibubarkan sebelum negara khilafah terealisasi. Pembubaran HTI ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM.
Dasar alasannya adalah karena pemerintah menganggap ideologi ormas Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI) tidak sesuai dengan apa yang tertera dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Dalam AD/ART yang diajukan, HTI mencantumkan ideologi mereka adalah Pancasila.
“Walaupun dalam AD/ART mencantumkan Pancasila sebagai ideologi untuk Badan Hukum Perkumpulannya, namun dalam fakta di lapangan, kegiatan dan aktivitas HTI banyak yang bertentangan dengan Pancasila dan jiwa NKRI,” ujar Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM Freddy Harris di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2017).
“Mereka mengingkari AD/ART sendiri,” lanjut Freddy.
Wajar saja kalau mereka memang dibubarkan kalau melihat bagaimana mereka bisa lari dari AD/RT yang mereka ajukan sebagai odeolgi demi mendapatkan badan hukum. Apalagi sudah sangat jelas kalau memang pergerakan dan juga keterangan-keterangan mereka sangat jauh dari nilai-nilai Pancasila.
Pernyataan bahwa HTI memiliki sikap yang jelas dan gamblang berdasarkan pandangan syara’ dalam menghukumi pemahaman dan keyakinan, baik yang berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri, seperti sekularismenasionalismedemokrasi dan pemahaman lainnya. Menurut mereka, semua itu merupakan pemahaman (konsep) berbahaya yang sama sekali ditolak oleh Islam.
Jadi, kalau mereka dikatakan anti Pancasila sudah sangat jelas dari pernyataan sikap mereka. Ini bukan hanya khayalan pemerintah atau tuduhan yang dibuat-buat. Melainkan memang sudah sangat jelas dan gamblang ditemukan di website mereka sendiri. Tentu saja mereka tidak akan menghapusnya karena memang inilah hal yang mereka perjuangkan.
Karena itulah HTI tidak pernah mau mengubah organisasinya benar-benar memperjuangkan Pancasila, melainkan dengan bantuan Yusril Iha Mahendra, ingin menggugurkan Perppu tentang ormas tersebut. Mereka ingin pergerakan mereka mendirikan negara khilafah bisa diterapkan di Indonesia. Apalagi, bentuk seperti mereka ini sudah gagal di beberapa negara Islam lain.
Bukan hanya HTI memang yang ingin mengincar negara khilafah di Indonesia, kini ISIS pun sudah mulai menyasar Indonesia. Tindakan pemerintah untuk mengeluarkan Perppu ini memang sangat mendesak dan genting untuk segera dilakukan. Bisa dibayangkan jika HTI yang sudah punya embrio para pejuang mau mendirikan negara khilafah bergabung dengan ISIS yang berani mati. Bisa bablas negara ini.
Kini dengan dibubarkannya HTI, maka pemerintah bisa fokus untuk mencegah masuknya gerakan ISIS yang diduga akan masuk ke Indonesia. Setidaknya dengan semakin banyaknya gerakan-gerakan lone wolf sebagai tanda bahwa pergerakan sudah ada di Indonesia. Menangkal hal ini, pemerintah sudah memblokir telegram.
Selamat tinggal HTI. Selamat berjuang di PTUN. Kalau gagal ya sudah terima saja. Kalau tidak terima keputusan tinggal pergi saja ke tempat dimana sudah ada dan berdiri negara Khilafah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1.362 MW Pembangkit dari Proyek 35.000 MW Sudah Beroperasi

Program 35.000 Mega Watt (MW) yang dicanangkan oleh pemerintah terus menunjukkan perkembangan. Hingga 1 Februari 2018, tercatat pembangkit listik yang telah beroperasi adalah sebesar 1.362 MW dan yang sedang tahap konstruksi sebesar 17.116 MW. "Peningkatan ini tak lepas dari kontribusi pembangkit listrik PLN maupun Independent Power Producer (IPP)," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/3/2018). Baca juga:  Bagaimana Progres 35.000 MW Jokowi? Ini Penjelasan PLN Sejauh ini, sebesar 896 MW dari total 1.362 MW yang beroperasi dihasilkan dari IPP, sementara 466 MW dibangun oleh PT PLN (Persero). Pembangkit yang beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 108 MW. Lebih lanjut, Agung menambahkan saat ini sebany...

Jokowi : 7 Juta Tenaga Kerja Terserap Proyek Infrastruktur RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunggah video terbaru di YouTube yang menampilkan perjuangan pekerja infrastruktur dalam proyek pembangunan. Di video berdurasi 4 menit 33 detik itu, terlihat para pekerja dengan aktivitasnya. Seorang pekerja bernama Amin (33) menceritakan pengalamannya bekerja di salah satu proyek pembangunan. Amin bercerita mulai dari keberangkatannya ke tempat kerja hingga berada di lokasi pekerjaan. "Ya pertama dari rumah kan, ya siap-siap alat, apa yang perlu saya bawa, apa yang bawa, saya pakai. Abis itu ya paling saya kan kadang-kadang nebeng nih, pak, nyamper. Kadang-kadang dia nyamper, gitu," kata Amin. "Sampai (di lokasi). Biasa lah nunggu arahan dari komandan-komandan, dari atasan-atasan, kan ngasih instruksi kerja begini, begini, abis itu ya langsung turun ke lapangan pak, langsung kerja," imbuhnya. Dari video terlihat para pekerja dengan pakaian berseragam proyek, tengah bercengkerama, dan melakukan tugasnya. Ada yang membawa papan, ...

Kabar Gembira, Pulau di Ujung RI Ini Bakal Dialiri Listrik 100%

Ketersediaan listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan suatu wilayah. Tak terkecuali wilayah yang berada di garis terdepan, terluar atau terpencil Indonesia. Hal inilah yang saat ini tengah diemban oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), sebagai satu-satunya BUMN penyedia listrik di Indonesia. Misinya untuk menerangi seluruh desa di Indonesia pada 2019 mendatang harus dijawab meski tantangan dan medan yang dilalui terkadang terlihat mustahil untuk dilakukan. Pulau Liran, bagian dari Kabupaten Maluku Barat Daya, menjadi salah satu daerah yang akan diterangi oleh PLN secara penuh dalam waktu dekat. Pulau terluar di sisi tenggara Indonesia ini masih sangat minim disentuh oleh pembangunan, khususnya BUMN. Bahkan wilayah yang lebih dekat ke negara Timor Leste ini mendapat sentuhan lebih banyak dari negara tetangga tersebut dibanding Indonesia. Mulai dari kesehatan, jaringan telekomunikasi, hingga pasokan beras dan rokok. Ironis memang...