Langsung ke konten utama

Agenda kelompok intoleran utamanya rusak stabilitas masyarakat, Hati – hati!!!

Jakarta – Berbagai agenda kelompok-kelompok intoleran untuk merusak stabilitas masyarakat akhirnya bocor juga. Selesainya Pilkada DKI Jakarta, dengan hasil quick count menunjukkan Anies-Sandi sebagai pemenang, tidak membuat kalangan tersebut merasa puas.

Salah satu percakapan di group WA Media Dakwah Islami(Grup FPI dan HTI) memperlihatkan keinginan salah seorang bernama Farhan Al-Kaff atau Ayip Farhan Al-Kaff (Cirebon) untuk menjebloskan Ahok ke penjara sebagai bagian daripada agenda mereka.

Tidak hanya disitu, KH. Said Aqil Siraj yang saat ini menjabat sebagai  Ketua Umum PBNU turut disebut oleh Farhan Al-Kaff tersebut sebagai bagian dari agenda berikutnya untuk dilengserkan.
Salah seorang netizen Aswaja NU mengatakan masalah Ahok bukan menjadi fokus, tetapi yang berkaitan dengan PBNU itu menjadi sebuah catatan.

“BOCORAN DARI GROUP HTI & FPI. Mereka yang mendukung dan membela mati-matian, tidak mungkin jika mereka tidak minta bantuan dan tidak minta perlindungan. Ini yang saya Fokuskan, masalah Ahok mau dipenjara silahkan saja, itu bukan urusan saya. Jika suatu saat benar-benar terjadi Chaos lantaran mereka sudah membuka Pintu melalui Paslonnya, semoga saya dan kawan-kawan yang selama ini melawan tidak salah jalan dan menjadi Catatan Sejarah, bahwa kami tidak Mendukung dan tidak Diam.”, tulis Moch Zain disebuah group facebook disertai screenshot bukti bocoran tersebut.
Berikut screenshotnya:


Dari informasi diatas, tidak menutup kemungkinan bahwa kasus Ahok hanyalah sebuah batu loncatan untuk agenda yang lebih besar lagi.

Selain itu Pasca Pilkada DKI, serangan terhadap PBNU tidak berhenti. Sejumlah website yang anti berupaya menyerang pucuk pimpinan PBNU diantaranya rmoljakarta.com, dikutip tajuk-indonesia.com , nasional.in, gemarakyat.id, harianpublik.com, umatuna.com dan lain sebagainya, termasuk di facebook.

***

Faishal Assegaf, sang provokator ulung yang pernah didamprat dari Kompasiana karena postingan kurangajarnya, kini membuat ulah dengan menyebut KH Said Aqil Siraj harus turun dari jabatan Ketua Umum PBNU karena dia dianggap mendukung Ahok-Djarot sementara Anies-Sandi menang.
Padahal, selama masa Pilkada, Kiai Said tidak pernah mendukung pasangan manapun. Baik pasangan nomor urut 1, 2 maupun 3. Semua yang datang sowan ke Kantor PBNU, akan disambut dan dihormati.

Bahkan ketika Ahok dianggap banyak orang telah menghina Rais Amm PBNU KH Ma’ruf Amien saat hadir dalam persidangan Ahok, Kiai Said malah berkomentar “Warga NU tidak akan memilih orang yang menyinggung NU”. Bagaimana bisa Faishal provokator itu menyebut Kiai Said dukung Ahok. Ente waras?

“Aqil Siradj harus bertanggungjawab dengan segala manuver politik pragmatis yang telah membuat jutaan umat Islam terluka. Bahkan perlu mempercepat agar dirinya turun dari jabatan Ketum PBNU,” kata Faizal dikutip  dari situs online wahabi yang anti NU, dimuat Rabu (19/04/2017).

Tulis situs wahabi kurangajar tersebut, “pelanggaran serius yang dilakukan oleh Aqil, sebut Faizal, adalah berbagai pernyataannya yang acap kali menyiram luka dihati umat. Bahkan bertindak menjadi motor penggerak bagi PPP dan PKB, partai berbasis massa Islam, untuk mendukung Ahok”.

Mengaitkan Kiai Said kepada partai pendukung Ahok adalah bohong besar. Bahkan ketika PPP Kiai Said disebut Metro TV akan hadir dalam istighatsah bersama Ahok di rumah pimpinan PPP Djan Farid pun, buru-buru dibantah karena memang beliau tidak diundang.

NU itu, bagi mereka, akan didukung jika mengikuti selera. Dikenal kemudian dengan mendadak NU. Ketika Kiai Ma’ruf Amin dhina Ahok, ramai-ramai kaum wababi sebelah mengajak Banser dan Ansor gelut bersama mereka ke pusaran politik.

Tapi NU tidak terpancing. Ini, Faishal Assegaf mau ajak orang-orang NU agar menurunkan Kiai Said Aqil dari Ketum PBNU. Urusannya apa? Kenapa dia mencampuri internal rumah tangga nahdliyyin.
“Para Kiai, ulama dan pengurus NU harus mengambil langkah-langkah tegas untuk menyelamatkan NU dari kepemimpinan Aqil Sirad. Termasuk meminta yang bersangkutan untuk bersikap transparan atas munculnya tudingan mahar politik dalam membela Ahok,” kata si kampret Faishal yang akunnya di Kompasiana disuspend dua kali karena tidak beres menghina sana-sini tanpa tabayun. (ISNU)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1.362 MW Pembangkit dari Proyek 35.000 MW Sudah Beroperasi

Program 35.000 Mega Watt (MW) yang dicanangkan oleh pemerintah terus menunjukkan perkembangan. Hingga 1 Februari 2018, tercatat pembangkit listik yang telah beroperasi adalah sebesar 1.362 MW dan yang sedang tahap konstruksi sebesar 17.116 MW. "Peningkatan ini tak lepas dari kontribusi pembangkit listrik PLN maupun Independent Power Producer (IPP)," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/3/2018). Baca juga:  Bagaimana Progres 35.000 MW Jokowi? Ini Penjelasan PLN Sejauh ini, sebesar 896 MW dari total 1.362 MW yang beroperasi dihasilkan dari IPP, sementara 466 MW dibangun oleh PT PLN (Persero). Pembangkit yang beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 108 MW. Lebih lanjut, Agung menambahkan saat ini sebany...

Kenapa Orang Indonesia Doyan Sebar "Hoax" di Medsos?

By: Oik Yusuf ilustrasi JAKARTA — Sudah bukan rahasia lagi bahwa berita palsu alias hoax merajalela di ranah digital Tanah Air. Jalurnya bisa berupa situs online , media sosial, hingga chatting di aplikasi pesan instan. Kenapa orang Indonesia getol menyebarkan hoax ? Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho mengutarakan bahwa sebabnya mungkin berkaitan dengan penggunaan teknologi yang tidak dibarengi dengan budaya kritis melihat persoalan. "Kita itu termasuk lima besar pengguna smartphone dunia, tapi tingkat literasinya kedua terbawah setelah Botswana di Afrika," ujar Septiaji ketika berbicara dalam deklarasi Masyarakat Anti Hoax di Jakarta, Minggu (8/1/2017). Septiaji mengacu pada hasil riset World's Most Literate Nation yang dipublikasikan pertengahan tahun lalu. Dari 61 negara yang dilibatkan dalam studi tersebut, Indonesia memang menempati urutan ke-60 soal minat baca masyarakatnya. Walhasil, menurut ...

Aksi 313 Siap Dijalankan, Bukti Dikasih Hati Minta Usus

By XHard Seperti diketahui, Forum Umat Islam (FUI) bersama dengan beberapa para alumni aksi 212 akan melakukan aksi lanjutan yang dinamakan aksi 313 pada Jumat, 31 Maret 2017 mendatang. Agendanya masih sama seperti yang dulu, menuntut Ahok mundur. Bahkan mereka juga rencananya akan menuntut Jokowi memberhentikan Ahok. Rencananya mereka akan mulai shalat Jumat di Masjid Istiqlal, lalu dilanjutkan dengan jalan kaki ke Monas dan menuju depan Istana, seperti yang dikatakan Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath. Lho, memang kemana GNPF MUI? Bukankah selama ini mereka yang paling aktif dan rajin melakukan aksi beginian untuk menghentikan Ahok? Kenapa sekarang FUI yang terkesan jadi pelopornya? Oh, iya mungkin ini ada hubungannya dengan beberapa pentolan GNPF MUI yang sedang dilaporkan dan terkena kasus, jadi mungkin tidak berani terlalu unjuk gigi. Ditakutkan nanti kalau gigi terlalu diunjuk, bisa-bisa dicopot. Orang awam s...