Langsung ke konten utama

Postingan

Pujian JK ke Jokowi: Semuanya Dimusyawarahkan

Jusuf Kalla merupakan satu-satunya wakil presiden yang mengikuti tiga kali pilpres. JK menjadi wakil bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. JK mengatakan masing-masing presiden tersebut punya cara pemerintahan yang berbeda. Ia memuji Jokowi sebagai presiden yang rajin rapat. "Tidak etis (disebutkan bedanya). Pujiannya, pasti ada bedanya, kalau Pak Jokowi semua dirapatkan, bisa 2-3 kali seminggu. Pak SBY sekali seminggu," kata JK di acara 'Mata Najwa' yang ditayangkan  Trans7 , Rabu (10/1/2018).  Dengan seringnya rapat, JK menyebut, semua keputusan yang diambil Jokowi merupakan hasil musyawarah. Sedangkan pada era SBY, karena jarang rapat, dia bisa bebas ke mana-mana. "(Jokowi) semua dimusyawarahkan. SBY kurang rapat, jadi bebas ke mana-mana. Kalau sekarang jarang pulang," candanya. JK kemudian meminta pendapat dari menteri yang hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri serta Menteri Kelautan dan Perikana...

Ini Pesan ke Jokowi Agar Harga Beras Terkendali

Pemerintah lebih kerap mengambil langkah penanggulangan ketimbang antisipasi kenaikan harga beras. Padahal lebih efektif jika pemerintah melakukan antisipasi sebelum terjadi kenaikan harga. "Iya jadi yang lebih efektif adalah antisipasi kenapa? karena sekarang ini kan kenaikan harga beras gampang, karena dari bulan Desember itu yang namanya Natal dan Tahun Baru pasti permintaan akan naik. Artinya kondisi ini bisa berlaku sampai hari ini," kata Ekonom Indef Bhima Yudhistira, Selasa (9/1/2018). Baca juga:  Ancam Spekulan Beras, Mendag: Enggak Jualan, Awas! Awal 2018, harga beras naik. Ini terjadi di Pasar Induk Cipinang dengan kenaikan Rp 800 dari kategori beras medium, serta Rp 500 dari kategori beras premium. Faktor cuaca juga kerap dianggap sebagai penyebab naiknya harga beras karena pasokan turun. "Harusnya kalau melihat itu pemerintah harusnya minimal 3 bulan sebelumnya sudah punya stok yang cukup terutama untuk beras. Jadi enggak ada yang namanya kenaikan h...

Jokowi: Kandidat Pilkada Jangan Black Campaign dan Saling Cela

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar pelaksanaan pilkada serentak di 171 wilayah tahun ini berjalan lancar dan sehat. Dia meminta setiap kandidat menjunjung sikap yang santun dan demokratis. "Demokrasi di Indonesia ini harus mencerminkan karakter keindonesiaan kita, karakter yang penuh dengan kesantunan, karakter yang tidak saling menjelekkan, karakter yang tidak saling mencela. Karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan," kata Jokowi di kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1/2018). Jokowi berharap antarkandidat tidak saling menjatuhkan dan menjelekkan. Terlebih yang menggunakan kampanye hitam alias  black campaign . "Antarkandidat juga jangan sampai saling mencela, saling menjelekkan, apalagi memakai  black campaign . Kampanye hitam itu harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita," tegas Jokowi. Jokowi pun mempersilakan para kandidat beradu prestasi, ide, dan gagasan. Demokrasi Indonesia, k...

KOMITMEN JOKOWI BANGUN DAERAH PERBATASAN TEREALISASI, KERJA NYATA JOKOWI

Sejak resmi menjabat, Presiden Joko Widodo, bertekad, membangun Indonesia dari pinggiran. Maka pembangunan perbatasan pun jadi fokus perhatian. Tapal batas, harus jadi beranda depan negara, bukan lagi halaman belakang yang kumuh. Bahkan, wajah perbatasan harus lebih ‘cantik’ dan ‘kinclong’ dari perbatasan negara lain. Tidak hanya itu, dengan kian bagusnya infrastruktur sosial dan ekonomi, kehidupan warga di tapal batas bisa lebih baik lagi. Bahkan, perbatasan harus menggeliat, menjadi pusat pertumbuhan baru. Lalu seperti apa, capaian pembangunan di tapal batas? Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Hadi Prabowo, menegaskan, sudah banyak yang dilakukan pemerintah di perbatasan.  Terutama  menggenjot pembangunan infrastruktur yang terkait dengan  kebutuhan sosial dasar masyarakat. Banyak yang telah dihasilkan. “Kebutuan sosial dasar masyarakat di wilayah tapal batas negara, memang jadi fokus perhatian pemerintah. Pemenuhan kebutuhan dasar itu ...

Data Ekonomi RI Baik, Presiden Jokowi Minta Bisa Tumbuh Lebih Cepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, data perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang baik. Namun, dirinya masih belum mengetahui apa penyebab ekonomi RI belum bisa berlari cepat. Hal itu diungkapkannya saat membuka rapat terbatas (ratas) mengenai peningkatan investasi dan perdagangan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/1/2018). "Kemarin juga sudah saya sampaikan bahwa kita ini kalau diibaratkan orang sakit, kita ini baik semuanya kolesterol baik jantung baik, paru-paru baik darah tinggi juga enggak ada tapi kalau enggak bisa lari cepet. Problemnya harus dicari," kata Jokowi. Jokowi menyebutkan, data ekonomi Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi sampai kuartal III-2017 sebesar 5,06%, tingkat inflasi berada di level rendah atau 3,61%. Bahkan, tingkat kepercayaan global terhadap tanah air pun terus mengalami peningkatan. Buktinya, terlihat dari meningkatnya peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) dari yang semula di 120 ke level 72. Selain it...

Pemerintah Tekan Angka Kemiskinan Turun Jadi 9,5%

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah optimistis untuk mengejar target tingkat kemiskinan menjadi 9,5% sampai 10% atau sesuai dengan target pembangunan ekonomi yang tercatat dalam APBN 2018. Angka kemiskinan di Indonesia turun menjadi 10,12% atau menjadi 26,58 juta orang per September 2017 dari posisi Maret tahun yang sama sebesar 10,64% atau 27,77 juta orang. "Saya pikir angka kemarin 10,12% yang dirilis BPS per September adalah modal awal yang bagus untuk kita bisa mencapai tingkat kemiskinan single digit," kata Bambang di Kantornya, Jakarta, Kamis (4/1/2018). Baca juga:  Pemerintah Optimistis Tingkat Kemiskinan RI Turun, Begini Caranya Bambang menyebutkan, pada 2018 ini masih banyak yang harus dikerjakan oleh pemerintah untuk terus menekan tingkat kemiskinan. Upaya yang tetap dilakukan adalah menyalurkan bantuan sosial dengan tepat sasaran terutama terkait program beras sejahtera (rastra), mulai dari wa...

Cita-cita Jokowi di 2018: Meningkatkan Kualitas SDM RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingkan pada tahun anggaran 2018 pemerintah memberikan peningkatan perhatian terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, 60% jumlah penduduk Indonesia merupakan anak-anak muda. "Saya ingin pada 2018 kita memberikan perhatian kepada peningkatan investasi SDM sumber daya manusia karena jumlah penduduk kita 250 juta, 60% di antaranya adalah anak-anak muda," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2018). Menurut Mantan Wali Kota Solo ini, bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus digunakan sebagai kekuatan dan peluang bagi Indonesia, salah satunya dipersiapkan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang sudah mulai dijalankan pada 2017. "Kita harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja kita agar menjadi tenaga kerja yang terlatih, terampil agar terserap semuanya ke dalam industri-industri kita," tambah dia. "Kita ingin agar keahlian keterampilan yang di...