Langsung ke konten utama

Parah, Panpages Facebook FPI Penebar Berita Hoax yang Tendensius

Laskar Rizieq Bertato Mesum
Tiada habis kata yang dapat diungkapkan jika membahas individu yang katanya agamis dan bersih. Penampilannya dan tutur katanya seakan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak pernah terjatuh dalam dosa dan mereka lah yang kelak berhak menjadi penghuni sorga. Individu-individu ini berkumpul dalam suatu wadah organisasi yang katanya pembela agama.
Junjungan dari ormas ini berinisial RS sedang kabur dari tanggung jawab atas dugaan pelanggaran pidana yang dialamatkan padanya. Tercatat sembilan (9) pelaporan pelanggaran yang berbeda-beda kepihak Kepolisian atas dugaan tindakan pidana yang telah dilakukan oleh RS.
Pihak kepolisian telah menetapkan RS sebagai status tersangka dalam dua (2) kasus yang berbeda yakni penodaan Pancasila yang merupakan ideologi Indonesia dan juga kasus chat sex yang termasuk dalam unsur pornografi yang dilakukan RS bersama FH yang telah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.
Berikut tulisan saya yang menjelaskan dengan gamblang kasus RS apa saja yang telah dilaporkan kepihak kepolisian.
Memang kasus yang menimpa RS belum melalui tahapan persidangan untuk mendapatkan vonis hakim yang sah atau Inkrah tetapi saya berpendapat ketidakbersediaan RS menjalani proses hukum yang dialamatkan padanya sudah menimbulkan tanda tanya besar.
Jika tidak bersalah mengapa RS tidak berani menjalani proses hukum karena sangat tidak masuk dalam logika saya seorang RS yang sangat terkenal dan banyak memiliki pengikut dan pasukan laskar “katanya” berani mati bisa dengan sekonyong-konyong dikriminalisasi oleh pemerintah melalui pihak kepolisian.
Kepolisian tidak mungkin menyematkan status tersangka terhadap siapapun itu tanpa bukti yang kuat jika itu terjadi pasti akan jadi preseden buruk bagi perjalanan penegakan hukum di negeri ini.
Saya selaku masyarakat biasa sangat yakin dan percaya pihak kepolisian pasti memiliki bukti yang sangat kuat menjerat RS sehingga sang orator handal ini akhirnya lari terbirit-birit keluar negeri. Info yang beredar RS saat ini lari ke negara Arab Saudi yang dipimpin oleh Raja Salman untuk bersembunyi dari proses hukum yang akan dihadapinya di Indonesia.
Meskipun RS telah disematkan menjadi seorang tersangka dalam 2 kasus berbeda tetap saja para laskar dan pendukungnya masih belum terbuka logika berpikir dan nurani agar menilai suatu proses hukum dengan objektif dan rasional. Para laskar dan pendukung RS masih ngotot menyatakan bahwa junjungannya adalah korban balas dendam sampai paling menyesatkan lagi menghubungkan dengan kriminalisasi ulama.
Saya jujur sangat heran katanya ormas pembela agama alih-alih membersihkan kejahatan di negeri ini. Padahal sering bertindak arogan dan anarkis melakukan sweeping yang jelas meresahkan masyarakat.
Menurut kacamata saya pribadi dan mungkin sahabat seword yang rasional. Mereka itu tidak ada bedanya dengan preman yang selalu bertindak rusuh dengan mengandalkan otot dalam setiap proses perjalanan kehidupannya. Jika memang laskar pembela agama seharusnya tindakan yang mereka lakukan harus bersifat persuasif, menebarkan kedamaian dan menjadi suri tauladan.
Saya menggelengkan kepala ketika “katanya” pembela agama ini melakukan sweeping dengan sesuka hati tanpa memiliki payung hukum yang diatur dalam undang-undang. Jelas tindakan mereka itu sudah diluar batasan dan harus segera ditindak oleh Pemerintah.
Gerakan mereka yang meresahkan tidak hanya didunia nyata tetapi didunia maya jagad sosial media buatan kafir juga menjadi salah satu wadah mereka menebarkan berita hoax dan ujaran kebencian yang tendensius.
Salah satu kasusnya adalah melalui sebuah postingan yang menuding pihak Kepolisian menyita atribut FPI yang dikenakan oleh anggota FPI yang melintas di wilayah Rembang padahal pihak Kepolisian hanya meminta mengganti pakaian yang dikenakan dan memfasilitasi laskar Rizieq pakaian baru yang lebih bagus. Berita hoax yang jelas menyiratkan ujaran kebencian terhadap pihak kepolisian diposting di Panpages Facebook yang mengatasnamakan Front Pembela Islam – FPI.
Berikut Petikan Status yang diposting di Panpages FB Front Pembela Islam – FPI dibawah ini:
Screenshoot Berita Hoax yang Disebarkan oleh Panpages FPI

POLISI REMBANG LUCUTI ATRIBUT FPI SECARA PAKSA
[BREAKINGNEWS] DPD FPI Jateng diundang Pondok Al Anwar Rembang pondoknya Mbah Moen untuk ikut membantu pengamanan acara pondok bersama Banser NU, Tapi di perbatasan Rembang Pagi ini semua atribut FPI disita secara paksa oleh aparat kepolisian yang dipimpin oleh kapolres dengan alasan *dititipkan ke kapolsek. dan kapolres secara arogan bilang: Pengamanan adalah tugas polisi. Saya tidak mau rembang ada atribut FPI. Atribut FPI tidak boleh masuk wilayah Rembang.
Apakah Atribut FPI itu lambang PKI yg dilarang undang-undang ? Ini negata Hukum Pak silahkan tunjukkan pasal mana, undang-undang apa yg melarang atribut FPI ? Bekerjalah sesuai undang-undang bukan pesanan!!!
Sumber :
Redaksi yang disampaikan dalam postingan ini sangat jelas memenuhi unsur menebarkan ujaran kebencian. Mereka mencoba mencuci pikiran masyarakat sumbu pendek bumi datar agar membenci pihak kepolisian. Kalimat akhir yang diposting “Bekerjalah sesuai undang-undang bukan pesanan” adalah sebuah fitnah keji dan jelas merusak nama baik dari pihak Kepolisian.
Tampak pengikut Panpages Front Pembela Islam – FPI tersebut sangat aktif dalam menebarkan berita yang menurut versi mereka adalah kebenaran dan berita yang diposting terkesan tendensius. Panpages telah disukai dan diikuti oleh ratusan ribu akun Facebook.
Screenshoot Panpages Facebook Front Pembela Islam -FPI
Melihat penyebaran berita hoax tersebut semakin massif beredar dikalangan masyarakat. akhirnya pihak Kepolisian melalui Panpages Facebook Humas Polri menyebarkan postingan klarifikasi.
Poster Klarifikasi tentang Berita Hoax yang Disebarkan Laskar Rizieq
Selamat malam mitra Humas Polri, Kami akan merelease pemberitaan HOAX mengenai Polres Rembang lucuti atribut FPI. Justru pihak Polres Rembang memfasilitasi para personil FPI dengan pakaian muslim yang baru. Kami menghimbau masyarakat pengguna media sosial agar lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi. Be Smart Netizen, Salam Tri Brata.”
Sumber :
Klarifikasi yang disampaikan pihak kepolisian ini membuktikan bahwa postingan FPI tersebut adalah Hoax dan memplintir keadaan yang sebenarnya terjadi. Betapa berani admin dari Panpages FB Front Pembela Islam tersebut memproganda dan menyebarkan berita yang salah.
Seharusnya pihak Kepolisian tidak hanya mengklarifikasi tetapi segera mengambil tindakan menangkap admin dan menutup situs provokatif penyebar berita hoax tersebut sebelum masyarakat semakin jauh percaya terhadap berita-berita yang disebarkannya.
Jika masyarakat jeli memantau sepak terjangnya sejak dahulu mereka sangat lihai memainkan pola “Playing Victim” supaya masyarakat menaruh simpati dan empati terhadap RS dan Laskar-laskarnya tetapi saya yakin dan percaya masyarakat yang percaya kepada mereka semakin hari semakin terkikis. Terbukti dalam aksi bela Rizieq semalam jumlah massa yang digadang-gadang jutaan malah yang ikut aksi di lapangan hanya sekitar 150 orang massa.
Sungguh ironis betapa cepat proses terkikisnya jumlah massa yang ikut memperjuangkan sang junjungan FPI tersebut. Menurut prediksi saya alasan tergerusnya jumlah massa pro RS adalah masyarakat sudah tersadarkan bahwa tindakan aksi yang dilakukan bukan memperjuangkan agama tetapi memperjuangkan seorang manusia yang telah disahkan menjadi tersangka dalam 2 kasus berbeda yakni kasus penodaan Pancasila dan chat mesum RS bersama FH.
Saya berpesan buat kita semua sahabat seword supaya semakin cerdas memilah mana akun Facebook dan situs penyebar berita yang benar bukan hoax. Jangan terperdaya oleh mereka yang tampilan luar agamis tetapi karakter aslinya bau amis.
“Sahabat Seword Jangan lagi mau dibodohi oleh Onta Berdaster yang diotaknya hanya mesum dan kebencian”
Begitulah kura-kura.
Salam Seword.
Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1.362 MW Pembangkit dari Proyek 35.000 MW Sudah Beroperasi

Program 35.000 Mega Watt (MW) yang dicanangkan oleh pemerintah terus menunjukkan perkembangan. Hingga 1 Februari 2018, tercatat pembangkit listik yang telah beroperasi adalah sebesar 1.362 MW dan yang sedang tahap konstruksi sebesar 17.116 MW. "Peningkatan ini tak lepas dari kontribusi pembangkit listrik PLN maupun Independent Power Producer (IPP)," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/3/2018). Baca juga:  Bagaimana Progres 35.000 MW Jokowi? Ini Penjelasan PLN Sejauh ini, sebesar 896 MW dari total 1.362 MW yang beroperasi dihasilkan dari IPP, sementara 466 MW dibangun oleh PT PLN (Persero). Pembangkit yang beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 108 MW. Lebih lanjut, Agung menambahkan saat ini sebany...

Kabar Gembira, Pulau di Ujung RI Ini Bakal Dialiri Listrik 100%

Ketersediaan listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan suatu wilayah. Tak terkecuali wilayah yang berada di garis terdepan, terluar atau terpencil Indonesia. Hal inilah yang saat ini tengah diemban oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), sebagai satu-satunya BUMN penyedia listrik di Indonesia. Misinya untuk menerangi seluruh desa di Indonesia pada 2019 mendatang harus dijawab meski tantangan dan medan yang dilalui terkadang terlihat mustahil untuk dilakukan. Pulau Liran, bagian dari Kabupaten Maluku Barat Daya, menjadi salah satu daerah yang akan diterangi oleh PLN secara penuh dalam waktu dekat. Pulau terluar di sisi tenggara Indonesia ini masih sangat minim disentuh oleh pembangunan, khususnya BUMN. Bahkan wilayah yang lebih dekat ke negara Timor Leste ini mendapat sentuhan lebih banyak dari negara tetangga tersebut dibanding Indonesia. Mulai dari kesehatan, jaringan telekomunikasi, hingga pasokan beras dan rokok. Ironis memang...

Jokowi : 7 Juta Tenaga Kerja Terserap Proyek Infrastruktur RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunggah video terbaru di YouTube yang menampilkan perjuangan pekerja infrastruktur dalam proyek pembangunan. Di video berdurasi 4 menit 33 detik itu, terlihat para pekerja dengan aktivitasnya. Seorang pekerja bernama Amin (33) menceritakan pengalamannya bekerja di salah satu proyek pembangunan. Amin bercerita mulai dari keberangkatannya ke tempat kerja hingga berada di lokasi pekerjaan. "Ya pertama dari rumah kan, ya siap-siap alat, apa yang perlu saya bawa, apa yang bawa, saya pakai. Abis itu ya paling saya kan kadang-kadang nebeng nih, pak, nyamper. Kadang-kadang dia nyamper, gitu," kata Amin. "Sampai (di lokasi). Biasa lah nunggu arahan dari komandan-komandan, dari atasan-atasan, kan ngasih instruksi kerja begini, begini, abis itu ya langsung turun ke lapangan pak, langsung kerja," imbuhnya. Dari video terlihat para pekerja dengan pakaian berseragam proyek, tengah bercengkerama, dan melakukan tugasnya. Ada yang membawa papan, ...