Langsung ke konten utama

Postingan

Jihad Membela yang Waras

Oleh : Haerul Said Semalam saya menyaksikan berita-berita yang sedih, mulai dari makhluk ISIS yang belum kelar juga sampai seorang wanita yang sakit dan belum juga sembuh, selain sakit juga kemiskinan yang sudah lama dilaluinya semenjak era sebelum Jokowi, dan penyakitnya pun sangat aneh, sehingga dijuluki manusia kayu. Namun syukurlah ada yang tergugah membantunya, bahkan Menteri Sosial bu Khofifah Indar Parawansa turun tangan, sempat kemarin beliau diwawancara, dan saya memperhatikan wajah beliau terpancar cahaya penolong, bahwa dia peduli dan bekerja demi umat. Ini baru pembela Agama. Kemudian disusul berita lain, tentu saja media tv itu tak ketinggalan update tentang sidang Ahok, seperti sebelumnya sewaktu sidang Jessica lama kelamaan para pemirsa sudah mulai bosan, demikian juga sidang Ahok saya mencium aroma sudah mulai bosan pemirsanya, hanya saja yang masih heboh adalah mereka yang merasa ...

Menyingkap Agenda Besar FPI di Balik Aksi Bela Islam

Diakui atau tidak,  euforia Aksi Bela Islam versi FPI  masih terasa hingga sekarang. Indikasinya adalah semakin seringnya kawan-kawan saya di facebook meng- upload meme meme dukungan terhadap sosok Riziq Shihab sekaligus munculnya meme baru berisi sindiran dan hujatan terhadap Pemerintah. Ditambah lagi, muncul gerakan Muslim Cyber Army yang konon bertugas untuk melaporkan dan menutup akun, grup, fanspage facebook,dan menyerang website-website yang berusaha menahan aksi mereka. Fanspage katakita dan  fanspage Abu Janda  pernah merasakan aksi dari Muslim Cyber Army ini, meskipun hanya beberapa menit. Akibat dari semua itu, reaksi yang berlawanan muncul. Mereka yang tidak terima dengan hujatan ngawur terhadap pemerintahan mencoba meredakan situasi dengan meluruskan berdasarkan dengan data dan fakta yang ada, meskipun sepertinya sia-sia bagi mereka yang sudah telanjur antipati pada Presiden Jokowi. Yang mengejutkan, reaksi juga muncul dari generasi ...

Sadar Potensi Memecah Belah Bangsa, Rois Aam PBNU Larang Aksi 112

Masih ingat kan sidang pengadilan ke -8 kasus Ahok tanggal 31 Januari yang lalu.Waktu itu banyak ummat Islam khususnya warga NU yang panas,emosinya naik dan darahnya mendidih melihat cara dan perilaku Ahok memperlakukan saksi KH Ma'ruf Amin,Ketua Umum MUI Pusat yang juga Rois Am Pengurus Besar NU. Menyaksikan perlakuan Ahok itu warga Nahdliyin protes dan pernyataan mengutuk perbuatan Ahok itu muncul sampai ketingkat wilayah,cabang ,majelis wakil cabang sampai ke tingkat ranting. GP Ansor organisasi pemudanya NU segera mengumumkan Siaga Satu. Yang menyaksikan saja melalui televisi atau baca di media sudah panas konon lagi KH Ma'ruf Amin yang dituding dan diancam oleh Ahok untuk diadukan. Rasanya dalam gambaran kita pastilah Rois Am PB NU itu yang paling tersinggung. Walaupun terlihat Ulama sepuh itu tenang, tidak gelisah namun berdasarkan pikiran kita ia pasti marah.Pada usianya yang 74 tahun sungguh ia akan marah dan ada marah yang tertahan dalam dadanya. Itulah gambar...

Larangan Aksi 112 dan Politik Belah Bambu

Penulis Budi Setiawan Diakui atau tidak Aksi 212 yang (katanya) berhasil mengumpulkan 7 juta orang di Monas, telah meresahkan pemerintahan Presiden Jokowi karena menyebabkan polarisasi di masyarakat yang bisa merobek kebhinekaan Indonesia. Arsitek aksi ini, yakni Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF), berhasil memanfaatkan momentum kasus dugaan penistaan agama dan membetot perasaan bawah sadar sebagian umat Islam yang tersinggung, bahwa saatnya untuk berkata bahwa Islam sama sekali tidak boleh dinistakan. GNPF ingin terus mempertahankan momentum ini melalui kampanye “Spirit 212 Bela Islam” yang memunculkan wajah mereka sebenarnya yang makin politis. Karena unsur ini, GNPF tidak mampu mengarahkan biduknya dengan sistematis dan taktis untuk menjadi kelompok penekan yang permanen. Perkembangan GNPF ke depan sebagai gerakan sosial keagamaan dapat diprediksi melalui anatomi gerakan sosial yang dikemukakan sosiolog Herbert Blummer. Menurut Blummer, ada empat tahapan proses...

Rais Aam Tegaskan Larang Aksi 112

  Banten - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin meminta kepada seluruh ulama khususnya di Banten agar menjaga umat dari ajaran atau akidah-akidah yang menyimpang. Menurutnya, ajaran atau akidah menyimpang, akan mengubah arus cara berfikir dan gerakan yang mengarah ke ekstrim radikal. Baik itu radikal agama maupun radikal sekuler. Untuk itu, ia meminta para ulama jangan hanya diam di pesantren, tetapi harus bergerak keluar untuk lebih mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Meski begitu, jangan dikonotasikan ulama meninggalkan pesantren. Karena peran di ulama di pesantren tetap penting, untuk mencetak kader atau regenerasi ulama. "Nahdlatul Ulama itu harus saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi. Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathoniyah, Ukhuwah Insaniyah , ditambah satu lagi Ukhuwah Nahdliyyah ," kata KH Ma'ruf Amin, saat memapa...

Tolak provokasi, NU Bukan Sumbu Pendek

Terseretnya NU ke dalam kancah politik sudah bukan barang baru lagi. Semenjak orde lama, baru sampai reformasi, NU selalu aktif dalam kegiatan politik. Suhu panasnya politik di Indonesia, NU sudah biasa menghadapinya. Pilkada DKI sekarang pun ikut menyeret nama NU, dimulai ketika Ahok mengintrogasi KH. Ma’ruf Amin, orang NU meradang, pasalnya, Ahok dinilai tidak menghormati Kyai Ma’ruf yang sekarang menjadi Rais ‘Aam PBNU. Ahok pun akhirnya mengeluarkan statement secara tertulis dan melalui video, bahwa Ahok meminta maaf dan tidak akan melaporkan balik Kyai Ma’ruf. Kyai Ma’ruf akhirnya memaafkan Ahok, dan meminta agar warga NU tenang dan tidak mudah terprovokasi. Pasalnya, Banser NU DKI siap melawan Ahok jika Kyai Ma’ruf dilaporkan. Karena ada intruksi dari Kyai Ma’ruf, sepakat warga NU tidak terprovokasi dan memaafkan Ahok. Meskipun demikian, ada beberapa orang dan kelompok yang ingin memanfaatkan isu ini untuk mengadu domba antara NU dan Ahok. Mereka t...

Provokasi KH. Ma’ruf Amin & Ahok, Berarti bukan dari NU

Akhirnya suasana yang sempat memanas, berangsur-angsur mereda. Ini yang saya harapkan. Saya sempat khawatir melihat kondisi seperti ini. Banyak teman-teman NU yang tidak mau mengkaji lebih jauh langsung tersulut emosi. Bahkan dia mengatakan siap ikut aksi, jika memang nanti ada aksi menentang Ahok, kalau perlu Ahok harus dibunuh. Ngeri juga melihat teman sesama NU bersikap seperti itu. Ada pihak-pihak yang tidak suka dengan kondisi ini. Mereka mengharapkan kondisi ini terus memanas hingga mnenjelang pencoblosan dengan harapan masyarakat banyak yang tidak memilih Ahok. Bermasalah dengan NU tentu jauh lebih berat dibandingkan dengan FPI. NU memiliki basis massa yang secara kualitas dan kuantitas tidak bisa diremehkan. Ahok menyadari bahwa perkatannya akan digoreng sedemikian rupa untuk mengadu domba dia dengan NU, sehingga dengan segera dia minta maaf ke KH. Ma’ruf Amin. Selama ini hubungan Ahok dan NU memang harmonis. Jangan sampai hubungan yang sudah harmonis ini, menjad...